Hati-Hati, Kenali Bahaya Terlalu Banyak Minum Teh Saat Puasa

| Tidak ada komentar

Hati-Hati, Kenali Bahaya Terlalu Banyak Minum Teh Saat Puasa

Bagi sebagian besar masyarakat, teh sudah seperti menjadi minuman wajib yang dikonsumsi untuk melepas dahaga di bulan puasa. Baik yang dingin maupun hangat, minum teh bagaikan menjadi kebiasaan yang sudah melekat saat buka puasa dan sahur. Namun tahukah Anda? Konsumsi teh secara terus-menerus di bulan puasa dapat memicu efek samping yang tak bisa disepelekan.

Berawal dari anjuran “berbukalah dengan yang manis“, tradisi minum teh ketika berbuka puasa sudah menjadi aktivitas rutin di semua lapisan masyarakat. Teh memang sejak dulu dipercaya bisa menambah kesegaran dan memulihkan energi setelah berpuasa, terutama karena kandungan kafein di dalamnya. Teh juga mudah didapatkan dimana-mana dengan harga yang sangat terjangkau.

Namun jika dikonsumsi terlalu sering, teh bisa menimbulkan gangguan pencernaan, masalah tidur, hingga meningkatkan risiko dehidrasi. Bagaimana bisa? Mengutip Healthline, teh memiliki efek diuretik yang berakibat pada meningkatnya rasa buang air kecil secara terus-menerus. Hal ini tentu tidak baik untuk seseorang yang sedang berpuasa karena bisa mengurangi kadar air dalam tubuh.

Selain itu, konsumsi teh setiap hari juga tidak dianjurkan bagi penderita maag dan anemia. Disamping kurang baik bagi lambung, teh juga mengandung tanin dan polifenol yang dapat mempengaruhi sistem penyerapan zat besi.

Jadi, apakah kita sebaiknya tidak minum teh sama sekali saat puasa?

Tidak juga. Selama bulan puasa, minum teh masih bisa dilakukan selama dalam takaran yang aman dan tepat. Para pakar menganjurkan untuk minum teh saat berbuka puasa saja. Selain itu, usahakan agar teh yang diminum tidak terlalu kental dan atur waktu untuk tidak rutin minum teh setiap hari.

Hindari juga penggunaan gula berlebih dalam teh, karena penambahan zat aditif seperti itu justru bisa membuat dehidrasi, tubuh tak bertenaga, hingga meningkatkan risiko lonjakan gula darah.

Memperbanyak air putih saat sahur dan berbuka puasa tetap menjadi pilihan paling sehat. Meskipun kesannya tidak sesegar minum teh, pikirkanlah efek samping yang bisa timbul jika terlalu sering mengkonsumsi teh yang mengandung kafein, tanin dan polifenol.

Jangan sampai muncul risiko kesehatan yang berbahaya ketika Anda sedang menjalankan amal baik di bulan puasa, terutama jika risiko tersebut masih bisa dihindari sejak dini. Bagaimanapun juga, lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Penulis:

Content writer pemerhati bahasa dan ide-ide tulisan gaya hidup. Sedang mencari inspirasi menghadapi quarter life crisis di tengah dinamika masyarakat yang terlalu bersosial.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi