10 Rumah Makan Tertua Di Indonesia

| Tidak ada komentar

10 Rumah Makan Tertua Di Indonesia

Rumah makan yang telah terbukti melayani pelanggannya selama bertahun-tahun tidak hanya sukses membuktikan keunggulan dari segi rasa makanan, tetapi juga memiliki manajemen bisnis dan layanan yang baik sehingga sukses mempertahankan minat pengunjungnya. Berikut adalah 10 rumah makan tertua di Indonesia yang sudah melegenda dan masih beroperasi hingga kini.

1. Warma Pi’an (Sejak 1926)

Warma-Pian

Rumah makan tertua di Indonesia dalam daftar ini berasal dari Tegal. Ya, Warma Pi’an yang sekilas tampak seperti warung makan biasa ini memang berlokasi sekitar 110 meter dari Stasiun Tegal. Sadar akan nilai sejarahnya, rumah makan ini menampilkan berbagai pajangan khas tempo dulu yang bisa membuat pengunjung bernostalgia.

2. Sumber Hidangan (Sejak 1929)

Sumber-hidangan

Tidak hanya Jawa Tengah, provinsi Jawa Barat pun punya rumah makan yang sudah berdiri sejak dekade 1920-an. Bernama Sumber Hidangan, tempat makan ini menjual roti dan kue kayu manis jadul sebagai menu andalan. Nuansa klasik seperti di zaman Belanda akan memanjakan pengunjung yang datang ke toko ini. Maklum, Sunber Hidangan dulunya bernama Het Snoephuis yang jika diterjemahkan berarti ‘Rumah Manis’.

3. Kopi Tak Kie (Sejak 1927)

Kopi es tak kie

Menyajikan es kopi sebagai menu andalan, Kopi Tak Kie merupakan kedai minuman legendaris di wilayah Ibukota Jakarta. Meski tokonya cukup kecil dan berlokasi di tengah pasar, tempat klasik ini selalu ramai dikungjungi pelanggan. Saking populernya, beberapa pejabat hingga Presiden Jokowi pun pernah mampir ke Kopi Tak Kie.

4. Toko Oen (Sejak 1930)

Toko Oen

Menjual bermacam-macam makanan manis seperti kue hingga es krim, Toko Oen bisa ditemui di Semarang dan Malang. Karena kepopulerennya, Toko Oen bahkan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner terutama di kota Semarang. Salah satu fakta menarik dari tempat makan ini adalah mengenai kota asalnya. Meski saat telah lama dikenal sebagai ikon kuliner di Semarang dan Malang, Toko Oen pertama kali berdiri di Yogyakarta. Tempat makan ini baru pindah ke Semarang setelah beberapa tahun beroperasi di Yogyakarta.

5. Zangrandi Ice Cream (Sejak 1930)

Zangrandi

Jika Semarang terkenal dengan Toko Oen dan Bandung memiliki Sumber Hidangan, maka Surabaya boleh berbangga diri dengan statusnya sebagai kota asal Zangrandi Ice Cream. Kedai es krim legendaris yang tak pernah sepi pengunjung ini ternyata telah beroperasi sejak zaman penjajahan Belanda.

Meski tengah menyatakan berhenti beroperasi untuk sementara waktu saat artikel ini ditulis, masih banyak pelanggan yang menantikan kembalinya kedai es krim yang ikonik dengan varian tutti fruti-nya ini.

6. Restoran Trio (Sejak 1947)

Restoran Trio

Sebagai restoran yang sudah aktif sejak 1940-an, Restoran Trio menghadirkan sensasi klasik di dalam ruangan restonya. Bagi para pecinta estetika jaman dulu, rumah makan yang berlokasi di Jakarta ini cukup dikenal keberadaannya. Dengan menu andalan lumpia udang Trio, resto yang hadir dengan gaya kolonial sampai ke perabot dan perangkat makannya ini menyajikan rasa makanan yang patut diacungi jempol dan membuatnya bertahan hingga kini.

7. Mie Celor H. M. Syafei (Sejak 1953)

Mie Celor H M Syafei

Mie celor milik H M Syafei Z dari Palembang berlokasi di kawasan Bukit Kecil dan sudah berdiri sejak lebih dari setengah abad yang lalu. Meski hanya menghadirkan dua menu andalan yakni mie celor gurih dan laksan yang sedikit pedas, rumah makan ini selalu padat pengunjung dan menarik minat beberapa pejabat negara untuk berkunjung mencicipi hidangannya.

8. Bakmi Gang Kelinci (1957)

Bakmi Gang Kelinci

Satu lagi rumah makan yang menghadirkan mie sebagai menu utama. Ya, sesuai namanya, Bakmi Gang Kelinci terkenal akan menu bakminya di kawasan Jl. Kelinci Raya di kota Jakarta. Variasi bakmi yang ditawarkan pun cukup banyak dan menggugah selera, mulai dari bakmi ayam lebar, bakmi ayam cah jamur, dan sebagainya. Pengalamannya sejak 1957 setidaknya membuktikan bahwa rasa bakmi di rumah makan ini tak bisa dipandang sebelah mata.

9. Gado-Gado Bon Bin (Sejak 1960)

Gado-gado Bon Bin

Karena terletak di area yang dulunya dipakai untuk wisata kebun binatang, rumah makan penjual gado-gado ini akrab dikenal sebagai gado-gado bon bin. Berlokasi di Jakarta, pengunjung yang tertarik ke tempat makan ini tidak hanya disuguhi oleh gado-gado khas betawi, tapi juga es cendol sebagai minuman pelengkap.

Popularitas gado-gado bon bin sudah tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, usaha makan ini dulunya aktif bersamaan dengan bisnis kebun binatang di dekat lokasinya. Namun hingga kebun binatang tersebut tutup, gado-gado bon bin tetap bertahan berkat ratusan pelanggan setianya.

10. RM Sepakat (Sejak 1969)

RM Sepakat

Siapa sangka jika rumah makan padang yang banyak kita lihat di jalan-jalan ternyata juga ada yang buka sampai lebih dari 50 tahun lamanya?

Berdiri sejak 1969, RM Sepakat bisa dijumpai di Ibukota Jakarta. Rumah makan yang satu ini terkenal dengan sajian Gulai Gajebo dan ikan bawal bakarnya. Area bisnis RM Sepakat bermula dari daerah Panglima Polim dan kini beroperasi di sekitar Blok M Square.


Itulah 10 rumah makan tertua yang terdapat di kota-kota besar di Indonesia. Dengan beragam menu dan konsep rumah makan yang dihadarkan, usaha kuliner di atas telah membuktikan diri dengan kesuksesannya selama berpuluh-puluh tahun. Di antara kesepuluh rumah makan tersebut, adakah yang membuat Anda tertarik untuk berkunjung?

Penulis:

Content writer pemerhati bahasa dan ide-ide tulisan gaya hidup. Sedang mencari inspirasi menghadapi quarter life crisis di tengah dinamika masyarakat yang terlalu bersosial.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi