Habis Divaksin, Hindari Makanan Dan Minuman Ini

| Tidak ada komentar

Habis Divaksin, Hindari Makanan Dan Minuman Ini

Meski tidak langsung menjangkau semua masyarakat, sebagian penduduk telah mendapatkan suntik vaksin untuk meningkatkan imunitas dari COVID-19. Jika Anda termasuk salah satunya atau berstatus sebagai calon penerima vaksin, jangan konsumsi makanan dan minuman ini karena bisa menyebabkan efektivitas vaksin berkurang.

1. Processed Food (Jenis Makanan Olahan)

Makanan olahan

Makanan olahan biasanya mengandung banyak tepung, gula, dan lemak karena melalui proses pematangan yang cukup tinggi. Tak heran jika jenis makanan seperti ini cenderung memiliki zat aditif yang meningkatkan lemak, natrium, dan gula.

Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Torey Armul, R.D., mencermati bahwa zat-zat tersebut umumnya digunakan agar makanan dapat tahan lama dan menambah kelezatan secara tidak alami. Sifat tidak alami tersebut tentu saja bisa meningkatkan risiko kesehatan yang berpengaruh pada efektivitas vaksin dalam tubuh.

Termasuk dalam jenis makanan olahan adalah sereal, keju, buah kalengan, roti putih, makanan ringan seperti keripik dan sejenisnya, serta daging olahan seperti nugget dan sosis.

2. Fast Food (Jenis Makanan Cepat Saji)

Fast food

Siapa tak kenal fast food? Dengan gerai yang tersebar di mana-mana dan menu makanan yang mampu mengakomodasi selera mayoritas masyarakat, jenis makanan ini sudah menjadi favorit bagi banyak kalangan. Padahal, sudah bukan rahasia lagi jika fast food minim nutrisi dan tinggi kalori, sehingga tidak baik dikonsumsi dalam jangka panjang.

Nah, khusus bagi Anda yang baru saja divaksin, sebaiknya jangan konsumsi fast food dulu. Tambahan gula, lemak, dan garam berlebih dalam fast food bisa mendukung penurunan kesehatan dan meningkatkan kolesterol dalam darah. Hal ini tentu tidak baik bagi tubuh yang baru saja menerima suntikan vaksin.

3. Minuman Bersoda

Minuman bersoda

Minuman bersoda memang menyegarkan dan sangat efektif untuk melepas dahaga. Namun sebenarnya, banyak kandungan berbahaya dalam jenis minuman ini yang membuatnya tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dikonfirmasi oleh Vasanti S. Malik, ilmuwan dari Fakultas Kesehatan Publik di Harvard.

Tak tanggung-tanggung, terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda bisa membuat berat badan naik, merusak organ tubuh seperti ginjal dan usus, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena kondisi tubuh setelah divaksin biasanya lebih rentan, maka sebaiknya hindari minuman bersoda dulu agar tidak mengalami risiko penyakit tertentu.

4. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol juga bisa menyebabkan efek gangguan kesehatan dan fungsi tubuh. Sebuah jurnal penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2018 menyebutkan bahwa minuman beralkohol dapat meningkatkan obesitas, merusak jantung, meningkatkan risiko kemandulan, osteoporosis, juga kerusakan hati. Tentu saja, efek samping seperti ini membuat minuman beralkohol menjadi pantangan bagi seseorang yang baru saja divaksinasi.

5. Minuman Berenergi

Minuman energi

Energy drink (minuman berenergi) biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan stamina tubuh. Namun jika badan sedang tidak fit, jenis minuman seperti ini justru bisa meningkatkan risiko penyakit yang tidak main-main. Bahkan, hasil penelitian menyebutkan bahwa minuman berenergi adalah jenis minuman yang sebaiknya paling dihindari sebelum dan sesudah menerima vaksin.

Pasalnya, minuman ini mengandung kafein dan turunan efedrin yang berpotensi membuat ketergantungan. Chriz Fernandez, B.S., CPT, dari Women’s Health Interactive menandaskan, “Segala jenis minuman berenergi akan merusak kelenjar adrenal manusia. Dalam minuman ini pun juga terdapat gula, pengawet, serta warna dan rasa buatan.”


Itulah 5 jenis makanan dan minuman yang ditengarai dapat menurunkan efektivitas vaksin Corona. Pada dasarnya, pola makan dan hidup yang buruk dipercaya bisa mempengaruhi kerja vaksin dalam tubuh. Hal ini sudah didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah. Jadi, sebaiknya hindari makanan dan minuman yang kurang sehat agar efek vaksin bekerja secara maksimal.

Penulis:

Content writer pemerhati bahasa dan ide-ide tulisan gaya hidup. Sedang mencari inspirasi menghadapi quarter life crisis di tengah dinamika masyarakat yang terlalu bersosial.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi