Mengenal Jenis – Jenis Rawon Dan Cara Membuatnya

| Tidak ada komentar

Mengenal Jenis – Jenis Rawon Dan Cara Membuatnya

Dikenal sebagai salah satu makanan khas Jawa Timur, Rawon merupakan salah satu makanan berkuah yang memiliki cita rasa kuat. Sup daging ini memiliki kuah hitam dengan aroma dan rasa yang kaya akan rempah. Namun tahukah Anda? Selain daging, rawon ternyata bisa divariasikan dengan daging ayam. Mari kita pelajari resepnya di sini.

Salah satu bumbu yang menjadi ciri khas rawon adalah kluwak. Dari sinilah rawon mendapatkan kuah hitamnya. Oleh karena itu, meski olahan rawon bisa diisi dengan beraneka bahan, kluwak menjadi bahan konsisten yang wajib ada di setiap jenis rawon berikut:

1. Rawon Ayam

Cara membuat rawon ayam

Bahan Membuat Rawon Ayam

  • Dada ayam fillet 500 gr
  • Minyak goreng 2 sdm
  • Air 2 liter
  • Daun jeruk purut 3 lembar
  • Daun salam 2 lembar
  • Laos 1 ruas jari, digeprek
  • Serai 1 buah, digeprek
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Merica bubuk secukupnya
  • Cengkeh secukupnya
  • Kapulaga secukupnya
  • Kayu manis secukupnya

Bumbu Halus Rawon Ayam

  • Kluwak 4 buah, keruk isinya
  • Bawang merah 6 siung
  • Bawang putih 4 siung
  • Kunyit 1 ruas jari
  • Ketumbar 1 sdm
  • Jinten 1/2 sdt

Bahan Pelengkap Rawon Ayam

  • 1 batang bawang prei, potong-potong
  • Tauge pendek secukupnya
  • Bawang goreng secukupnya
  • Telur asin secukupnya
  • Kerupuk udang secukupnya
  • Sambal terasi secukupnya

Cara Membuat Rawon Ayam

  1. Rebus daging ayam fillet dengan air mendidih sampai setengah empuk.
  2. Potong-potong daging ayam yang sudah direbus dengan arah yang berlawanan terhadap serat daging.
  3. Filter kotoran di permukaan air rebusan ayam, kemudian masukkan daging ayam ke dalam kuah tersebut.
  4. Tumis bumbu halus dengan minyak yang sudah dipanaskan.
  5. Setelah tumisan bumbu menjadi harum, masukkan serai, laos,cengkeh, kapulaga, dan kayu manis.
  6. Tuang tumisan bumbu ke dalam kuah daging ayam, kemudian tambahkan garam, gula serta merica bubuk.
  7. Terakhir, masukkan daun salam dan daun jeruk purut.
  8. Rebus kembali kuah rawon hingga mendidih.
  9. Angkat rawon dan hidangkan dengan taburan bawang merah goreng, bawang prei. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan tauge sesuai selera, dan menyantap rawon ayam dengan telur asin, sambal, dan kerupuk udang.

2. Rawon Daging Asli

Cara membuat rawon daging asli

Bahan Membuat Rawon Daging Asli

  • Daging sandung lamur (brisket) 500 gr
  • Air 3 liter
  • Serai 3 batang, digeprek
  • Lengkuas 1 ruas, digeprek
  • Daun jeruk 6 lembar

Bumbu Halus Rawon Daging Asli

  • Kluwek 4 buah, keruk isinya
  • Bawang merah 8 siung
  • Bawang putih 5 siung
  • Kemiri 4 butir, disangrai
  • Merica 1 sdt
  • Ketumbar bubuk 1.5 sdt
  • Kunyit 2 cm
  • Jahe 1 cm
  • Bawang prei 1 batang, potong-potong
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Bahan Pelengkap Rawon Daging Asli

  • Bawang goreng secukupnya
  • Tauge pendek secukupnya
  • Sambal terasi secukupnya
  • Telur asin secukupnya
  • Kerupuk udang secukupnya

Cara Membuat Rawon Daging Asli

  1. Rebus daging dalam air mendidih hingga setengah empuk.
  2. Angkat daging dari air rebusan lalu potong sesuai selera.
  3. Filter air rebusan daging, kemudian masukkan kembali daging yang telah dipotong bersama serai, lengkuas, serta daun jeruk.
  4. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak yang sudah dipanaskan. Setelah aroma bumbu tercium, masukkan ke dalam kuah daging.
  5. Masak sampai daging empuk. Tambahkan air secukupnya bila air menyusut dan daging belum empuk. Dalam hal ini, penting memastikan agar daging benar-benar lunak.
  6. Masukkan irisan daun bawang, lalu matikan kompor jika hidangan sudah matang.
  7. Anda bisa sajikan rawon daging asli dengan taburan bawang goreng. Tauge, sambal terasi, telur asin, dan kerupuk udang juga bisa menjadi pelengkap sesuai selera.

3. Rawon Nguling

Cara membuat rawon nguling

Bahan Rawon Nguling

  • Daging rawon sandung lamur (brisket) 500 gr
  • Minyak goreng 3 sdm
  • Air 1 liter
  • Daun jeruk purut 3 lembar
  • Lengkuas 3 cm, memarkan
  • Garam 1.5 sdt

Bumbu Halus Rawon Nguling

  • Kluwak 3 buah, keruk isinya
  • Bawang merah 7 siung
  • Bawang putih 4 siung
  • Cabai merah besar 2 buah
  • Kemiri 3 buah, disangrai
  • Kunyit 2 ruas jari, dibakar
  • Jahe 3 cm
  • Ketumbar 1 sdm, disangrai

Bahan Pelengkap Rawon Nguling

  • Daun bawang prei 2 batang, potong-potong
  • Bawang merah goreng secukupnya
  • Tauge pendek secukupnya
  • Kerupuk udang secukupnya
  • Sambal terasi secukupnya
  • Telur asin secukupnya

Cara Membuat Rawon Nguling

  1. Rebus daging dalam air mendidih, tunggu hingga cukup empuk.
  2. Setelah itu, angkat daging dari air rebusan dan potong-potong sesuai selera.
  3. Filter air rebusan, kemudian masukkan daging yang telah dipotong-potong. Jangan lupa tambahkan serai, daun jeruk, dan lengkuas.
  4. Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan bumbu dalam rebusan daging dan tambahkan garam.
  5. Masak sampai daging benar-benar empuk. Anda bisa tambahkan air secukupnya bila daging belum empuk ketika air telah menyusut.
  6. Masukkan irisan daun bawang, kemudian matikan kompor.
  7. Rawon siap disajikan bersama taburan daun bawang prei dan bawang merah goreng. Sebagai pelengkap, Anda juga bisa menyantapnya bersama tauge pendek, sambal terasi, telur asin, dan kerupuk udang.

Demikianlah resep 3 jenis rawon yang bisa Anda coba di rumah. Sebagai informasi, penggunaan kluwak dalam pembuatan rawon sebenarnya bisa disesuaikan dengan selera. Jika menyukai rawon yang encer, maka Anda bisa menambahkan sedikit kluwak saja. Namun apabila Anda menyukai rawon yang hitam pekat, maka sebaiknya gunakan kluwak dalam jumlah banyak.

Kiat membuat rawon

Terlepas dari resep di atas, Anda juga bisa mencoba menikmati rawon siap saji di berbagai daerah di Jawa Timur. Khususnya bagi Anda yang tinggal atau sedang singgah di Surabaya, rekomendasi rumah makan atau resto yang menyajikan rawon bisa Anda cari di di sini.

Penulis:

Content writer pemerhati bahasa dan ide-ide tulisan gaya hidup. Sedang mencari inspirasi menghadapi quarter life crisis di tengah dinamika masyarakat yang terlalu bersosial.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi