5 Usaha Kuliner Untuk Milenial: Modal Kecil, Profit Optimal

| Tidak ada komentar

5 Usaha Kuliner Untuk Milenial: Modal Kecil, Profit Optimal

Seiring berkembangnya inovasi dan trend kekinian yang menargetkan kawula muda, membuka usaha kuliner kini tak lagi butuh biaya selangit. Khusus bagi kaum milenial, terdapat jenis-jenis usaha kuliner yang bisa dibangun dengan modal kecil, tapi berpotensi meraih profit optimal karena bisa menarik animo masyarakat yang hobi jajan makanan kekinian. Apa sajakah itu?

1. Martabak

usaha kuliner martabak

Usaha kuliner ini rata-rata dijual pada malam hari dan banyak dicari sebagai camilan favorit. Membuatnya pun tidak terlalu sulit meski butuh keterampilan tersendiri untuk menyajikan martabak yang menggugah selera. Pilihan menu martabak sangat bervariasi, mulai dari martabak telur, martabak manis, hingga martabak mini.

2. Dessert Box

Usaha kuliner dessert box

Usaha kuliner ini cukup unik karena hanya menyajikan makanan-makanan manis yang bisa dimakan langsung dari tempatnya. Tampilan yang estetik dan pilihan menu yang cocok dengan selera milenial membuat dessert box sukses menjadi makanan hits.

3. Kopi Kekinian

Usaha kuliner kopi kekinian

Sering mendapati vendor-vendor baru seperti Kopi Kenangan, Kopi Janji Jiwa, dan kopi-kopian lain dengan brand yang kata-katanya sedikit “baper”? Trend semacam ini biasa disebut sebagai kopi kekinian yang memang tengah menjamur di berbagai kota besar di Indonesia. Kedai kopi semacam ini biasanya tak memerlukan tempat yang luas sehingga biaya pembangunannya tentu lebih terjangkau.

4. Roti Bakar

usaha kuliner roti bakar

Bisa dikatakan, roti bakar jauh lebih mudah dibuat daripada kopi kekinian ataupun dessert box. Agar bisa sukses dengan usaha kuliner yang satu ini, kaum milenial perlu menambahkan kreativitas ekstra. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan daya saing di tengah penjual roti bakar lain yang sudah marak. Kreativitas yang dimaksud bisa dengan cara membuat menu baru yang unik, membuat brand yang namanya mudah melekat di kalangan pelanggan, menyusun packaging seistimewa mungkin, dan tak lupa, menyajikan cita rasa yang menggugah selera.

5. Corn Dog

usaha kuliner corn dog

Jajanan yang sempat viral berkat drama Korea Startup ini terbuat dari sosis yang dilapisi dengan adonan tepung dan topping spesial. Di negara asalnya di Amerika Serikat, Corn Dog merupakan salah satu jenis fast food dan biasa dijual di lapak-lapak yang juga menjual Hot Dog.

Jajanan ini sudah mulai banyak dijual di Indonesia, meski “penampakannya” tidak se-mainstream martabak dan roti bakar. Namun demikian, justru dari sinilah kaum milenial bisa lebih mudah mendapatkan peluang bisnis yang baik karena belum terlalu banyak pesaing. Apalagi, Corn Dog termasuk sebagai jajan kekinian yang cukup digemari anak-anak muda jaman now.

Kiat Sukses Berbisnis Kuliner Bagi Milenial

Selain jenis-jenis usaha yang cocok, membuka bisnis kuliner juga perlu sejumlah tips agar prosesnya benar dan hasilnya optimal. Dilansir dari Warta Ekonomi, ini dia cara sukses membangun usaha kuliner yang perlu diaplikasikan para milenial, menurut Ikhsan Ingratubun selaku Ketua Asosiasi UMKM Indonesia:

Tips bisnis kuliner untuk milenial
  1. Paham proses produksi, mulai dari suplai bahan baku, proses pembuatan, pengemasan, hingga penjualan. Selain itu, kegiatan pengiriman, kontrol keuangan, serta respon konsumen juga perlu dipelajari baik-baik.
  2. Mengerti pangsa pasar. Membangun sebuah usaha berbasis konsumen harus menargetkan pangsa pasar tertentu dan memahami seluk-beluknya baik-baik. Tanpa riset pangsa pasar yang terukur, milenial bisa kesulitan menemukan basis pelanggan untuk produk kulinernya.
  3. Sabar dan telaten. Bisnis apapun harus dibangun dengan perspektif yang benar dan realistis. Mustahil untuk mengharapkan suatu bisnis yang langsung sukses begitu diluncurkan. Bahkan para artis dan Influencer pun masih harus berjibaku untuk mengusahakan kelanggengan bisnis kuliner mereka. Untuk itu, mengembangkan usaha sebaiknya secara bertahap. Hindari langsung membangun bisnis dalam skala besar jika brand yang diluncurkan belum memiliki basis konsumen yang konsisten di pasaran.
  4. Jangan asal ikut-ikutan. Punya modal dan ketertarikan saja tidak cukup untuk membangun usaha kuliner yang sukses. Prosesnya harus dilandasi dengan passion dan niat yang serius. Jika tidak, milenial akan mudah mengabaikan detail-detail penting yang berakibat fatal pada kelangsungan usaha kuliner.
  5. Modal bukan aspek utama. “Permodalan bukanlah hal yang utama. Jika belum punya modal, usahakan kerja dulu dalam suatu usaha kuliner yang rencana akan dilakukan sendiri, sambil nabung modal dan juga paham seluk-beluk kuliner yang akan dijual,” jelas Ikhsan Ingratubun terkait hal ini.
  6. Siap menghadapi tantangan. Sudah bukan rahasia lagi jika dunia kuliner merupakan salah satu sektor bisnis dengan persaingan ketat dan penuh tantangan. Mendapat sambutan hangat di awal saja tidak akan cukup jika ingin usaha kuliner senantiasa awet. Milenial harus selalu update dengan perkembangan trend dan siap menghadap tantangan, baik dari segi persaingan, pelayanan, juga kualitas rasa.

Penulis:

Content writer pemerhati bahasa dan ide-ide tulisan gaya hidup. Sedang mencari inspirasi menghadapi quarter life crisis di tengah dinamika masyarakat yang terlalu bersosial.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi