Jangan Sarapan Roti Putih Setiap Hari, Ini Alasannya!

| Tidak ada komentar

Jangan Sarapan Roti Putih Setiap Hari, Ini Alasannya!

Bagi masyarakat Indonesia, roti putih sudah menjadi salah satu makanan yang bisa disantap setiap hari. Tak jarang, roti putih menjadi menu sarapan karena dianggap lebih ringan daripada olahan nasi. Namun jika dilihat dari faktor kesehatan, terlalu banyak mengkonsumsi roti putih ternyata menimbulkan risiko yang merugikan. Apa sajakah itu?

Sebagai sumber karbohidrat, roti kerap dijadikan pengganti nasi. Berbagai macam menu makanan pun bisa dikembangkan dari roti putih, mulai dari roti isi, roti bakar, dan hidangan roti lainnya. Namun demikian, seorang ahli nutrisi bernama Shana Hussin mengungkapkan jika memakan roti justru bisa menambah rasa lapar. Menurutnya, sebagian besar roti diproses secara berlebihan, sehingga nutrisi makanan tersebut sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

Selain itu, sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan oleh BMC Public Health menemukan bahwa seseorang rentan mengalami penambahan berat badan jika memakan dua roti putih atau lebih dalam sehari. Risiko pradiabetes juga meningkat dengan konsumsi roti yang terlalu sering, karena kandungan gula dalam makanan ini tergolong tinggi.

“Makan banyak roti, terutama yang halus dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Hal ini juga menyebabkan resistensi insulin, suatu kondisi pradiabetes,” kata ahli nutrisi Heather Hanks, MS.

Gangguan pencernaan turut menjadi efek samping konsumsi roti putih yang terlalu sering. Hal ini sebenarnya tidak berlaku untuk semua jenis roti di pasaran, melainkan produk-produk roti yang mengandung serat tinggi saja. Karena itu, jika Anda tidak berhati-hati memilih jenis roti yang hendak dimakan, kandungan serat tinggi dalam roti justru bisa menyebabkan kembung dan penumpukan gas yang berujung pada sakit perut.

Terlepas dari efek-efek buruk di atas, roti pada dasarnya masih bisa dikonsumsi secara wajar. Yang patut menjadi perhatian, sebaiknya mulai atur pola konsumsi roti Anda jika tak ingin mengalami dampak kesehatan. Apalagi, roti juga diketahui bisa meningkatkan risiko hipertensi karena menjadi sumber utama natrium. Hal ini sudah dibuktikan dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrients tahun 2018.

Penulis:

Content writer pemerhati bahasa dan ide-ide tulisan gaya hidup. Sedang mencari inspirasi menghadapi quarter life crisis di tengah dinamika masyarakat yang terlalu bersosial.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi