Makanan Natural Vs Organik, Mana Lebih Baik?

| Tidak ada komentar

Makanan Natural Vs Organik, Mana Lebih Baik?

Dewasa ini, kebutuhan akan asupan makanan sehat semakin tinggi seiring dengan tuntutan menjaga imunitas di tengah pandemi. Tak heran, jenis makanan sehat menjadi salah satu trend kuliner yang diprediksi menjamur di tahun ini. Namun saat membaca label makanan “natural” dan “organik”, apakah Anda bisa menentukan mana yang lebih baik?

Istilah “natural” dalam label makanan mengacu pada produk yang tidak mengandung pengawet, perasa, ataupun perwarna buatan. Sementara itu, istilah “organik” lebih disematkan pada cara pengolahan produk.

Menurut standar BPOM Amerika Serikat (FDA) dan Departemen Pertanian negeri tersebut (USDA), label makanan organik menandakan bahwa bahan yang terkandung di dalamnya diolah dengan praktik pertanian atau pertenakan tertentu, yang secara umum dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, menjaga habitat ternak sesuai standard, dan meningkatkan keberlanjutan (sustainability).

Pengolahan makanan organik

Dengan demikian, makanan organik akan terbebas dari proses penanaman hingga pengolahan yang memanfaatkan pestisida, pupuk sintesis, rekayasa genetik, ataupun penggunaan hormon pertumbuhan untuk hewan ternak.

Sebaliknya, proses makanan organik diolah sedemikian rupa dengan menggunakan pupuk hijau dan pestisida alami bersertifikasi. Untuk produk hewani, label organik disematkan jika hewan diternak dalam lingkungan sehat, divaksin, dan diberikan pakan organik.

Meskipun begitu, manfaat kesehatan dalam produk makanan organik ternyata masih menjadi perdebatan. Beberapa riset yang dilakukan terhadap jenis makanan ini menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Penelitian Stanford Medicine dalam Annals of Internal Medicine tahun 2012 contohnya, menemukan bahwa nutrisi makanan organik tidak lebih unggul dari makanan non-organik. Akan tetapi, penelitian lain justru membuktikan bahwa terdapat peningkatan nutrisi dalam makanan organik meski hanya dalam skala kecil.

Jika dibandingkan dengan makanan natural yang bebas pengawet, perasa, dan perwarna buatan, khasiat makanan organik mungkin terasa kurang menjanjikan. Meskipun begitu, melihat proses pengolahan makanan organik yang begitu memperhatikan dampak lingkungan, kita bisa berkontribusi pada kelestarian alam dan praktik peternakan yang baik jika mengkonsumsi produk organik.

Penulis:

Content writer pemerhati bahasa dan ide-ide tulisan gaya hidup. Sedang mencari inspirasi menghadapi quarter life crisis di tengah dinamika masyarakat yang terlalu bersosial.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi